Inilah 6 Cara Menambah Tinggi Badan Secara Alami

Memiliki postur badan tinggi di atas rata-rata tentunya memberikan rasa percaya diri yang lebih. Tinggi badan sendiri biasanya ditentukan oleh genetika orang tua setiap individu. Namun hal itu tidak menjadi harga mati.

Faktor kesehatan, pola makan, gaya hidup adalah faktor lain yang sedikit banyak ikut mempengaruhi human growth hormon (HGH) atau hormon pertumbuhan badan.

Pada umumnya setiap orang berhenti tumbuh pada usia 18 tahun. Karena itu, jangan sia-siakan masa pertumbuhan Anda untuk tumbuh dengan memperhatikan beberapa tips di bawah ini :

1. Tidur cukup di malam hari
Para ahli menyebutkan bahwa jika Anda tidur dengan nyenyak, maka tubuh akan memproduksi lebih banyak HGH yang dapat menunjang pertumbuhan tinggi badan Anda. 7 hingga 8 jam adalah waktu yang direkomendasikan.

2. Olahraga secara reguler
Manfaat berolahraga dapat berdampak pada perkembangan tulang Anda. Olahraga secara reguler dapat menambah beberapa sentimeter tinggi Anda. Olahraga yang disarankan adalah basket dan renang.

3. Yoga
Gerakan yoga juga disebut mampu menambah tinggi badan mereka yang melakukannya. Pertama, gerakan ini membantu Anda melepas stress dan tensi yang menghambat pertumbuhan Anda. Kedua, beberapa gerakan yoga memungkinkan Anda untuk merenggangkan beberapa otot dan meningkatkan postur tubuh.

4. Makan makanan kaya akan kalsium dan vitamin D
Tanpa dua nutrien ini, bertambah tinggi akan jadi perkara yang sulit. Kalsium dibutuhkan tubuh untuk memperkuat tulang sementara vitamin D membantu agar penyerapan kalsium dapat dilakukan secara optimal.

5. Menjalani pola hidup sehat
Mengindari rokok, alkohol, obat-obatan terlarang, kafein dan penggunaan steroid dapat membantu meningkatkan tinggi badan Anda.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan khusus pada usia remaja bisa mencoba alat terapi kesehatan tulang seperti Luvina.

Awas! Anak Muda Sekarang Beresiko Alami Sarat Kejepit

Ciri khas anak muda yang energik ternyata menimbulkan permasalahan kesehatan, khususnya saraf kejepit. Ragam aktivitas yang dilakukan berulang-ulang kerap kali membuat tubuh tidak siap menerima. Tanpa disadari, hal tersebut memicu terjadinya saraf terjepit.

Aktivitas anak muda yang lebih banyak bergerak tidak diimbangi dengan olahraga berupa pemanasan. Misal, mereka saat berlari atau fitness tidak melakukan pemanasan.

Pemanasan sering ditinggalkan. Anak muda lebih suka melakukan aktivitas langsung. Tubuhnya pun tidak siap menerima segala aktivitas tersebut. Dan itu terlalu dipaksakan. Mereka berpotensi mengalami saraf kejepit.

Faktor pemicu terjadinya saraf kejepit di kalangan anak muda dapat dikarenakan postur duduk yang tidak sempurna. Duduk tidak tegak dan terlalu banyak membungkuk.

Makanya, tidak heran kalau anak muda sekarang, pada umumnya mendapati keluhan reposisi (pergeseran) tulang. Reposisi tulang timbul karena aktivitas anak muda yang dilakukan tanpa pemanasan terlebih dahulu.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya saraf kejepit, ada baiknya bagi Anda yang mempunyai aktivitas padat dapat melakukan treatment setiap hari cukup dengan waktu 10 menit saja menggunakan alat terapi kesehatan Luvina Back atau Neck Stretcher.